saat ini saya menyibukkan diri dengan mencetak nama-nama pelajar serta jadual waktu sambil diiringi alunan lagu 'jujur'....tapi ini semua hanya saya lakukan setelah saya berjaya configure printer di floor saya...ya...ip address baru ada tertampal di dinding...sepanjang semester break saya tak boleh print....kalau sekarang pun masih tak boleh...saya takkan buat satu kerja pun...seriously...
jujurlah pada ku ...bila kau tak lagi suka tinggalkanlah aku bila tak mungkin bersama...
irama yang sudah sebati dengan jiwa saya...ketika ini lagu itu yang bermain di computer...saat saya depressed, saya akan dengar lagu ini, walau saya tahu lagu ini pasti membuat saya lebih sayu dan sedih....ya ...saya memang suka menyakitkan hati sendiri....
saat ini saya perlu menyakitkan hati ...menambah kesakitan yang sedia ada...siram saja luka dengan cuka atau air garam...sakit bukan? boleh pengsan rasanya...tapi kemudian sakit itu akan hilang..
.
jujurlah pada ku ...bila kau tak lagi suka tinggalkanlah aku bila tak mungkin bersama... jauhi diriku...lupakanlah aku...selamanya...
sungguh tabah senikata lagu ini....sayang saya tidak seberani itu... hush...my beating heart...
The first time I saw the painting, I was filled with an acute sense of de ja vu…it reminded me of something or some place…strangely familiar yet surreal.
I looked at the painting. I looked at the window in the painting,I searched inside the window, and I saw.
I saw a lady, staring out of the window. Staring, face devoid of any expression. Occasionally, she opens the window and puts her hands out, letting it be enveloped by the cool wind , enjoying the feeling of rain falling on her naked skin or soaking herself in the sunray .
Sometimes, just sometimes, someone would walk by the window, stopping by to say hello, and tells her colourful stories of what’s going in the lives of people she doesn’t even know or care. So, she listens, and she smiles. That is the extent of her interaction with the world, a world which she prefers to leave outside the window.
Closing the window, she retreats into her own world, interacting with silence, playing with loneliness and dancing to the tune of her soul in her love affair with destiny.
I said earlier that the painting reminded me of something or some place. Well, I take that back. It actually reminds me of a person, not in retrospect, no. More like a vision of what is to become of that person… not a bad life really, neither is it sad…it’s just lonesome.
Inside the window, I saw myself…the convicted loner…oh well… que sera sera.
Diantara deruman ombak menghempas batu Dan desiran angin malam membelai daun Aku bukan ibu Yang setiap hari Mahu anak2nya membesar menjadi orang baik baik Itu saja yang aku mahu Diantara desiran angin malam membelai daun Dan nyanyian unggas di hutan simpan Aku bukan balu Yang kadangkala penat Sendirian melawan arus dunia Mahu saja dicampak ketabahan itu jauh jauh Diantara nyanyian unggas dihutan simpan Dan deruman ombak menghempas batu Aku bukan pekerja yang ada waktunya tidak sabar menunggu masa untuk bersara mahu berehat pula dan tinggal di Bukit Frazer diantara deruman ombak menghempas batu desiran angin malam menbelai daun serta nyanyian unggas di hutan simpan aku ibarat titik yang terapung antara kerlipan bintang pada langit gelap dan kilauan bintang pada laut hitam.
date: 14.06.2010 location: Teluk Cempedak, Kuantan, with dark ray, aloy, nurancang
berjumpa semula budak2 paradoks ini (tiga orang saja)...setelah berbulan2 tak jumpa. membuat malam isnin saya interesting. Walaupun kami cuma melepak sambil menyanyi-nyanyi diiringi petikan gitar di tepi pantai... well, its not the place, its the company...but the place helped...haha..
melepak di tepi jalan beserah, sambil menunggu kereta nurancang di cuci.
makan selepas melepak di antara deruan ombak menghempas batu dan nyanyian unggas hutan menyambut kehadiran malam...poetic tak saya...
nurancang...acara menyedut jelly dalam ABC...sebab tak ada nata de coco didalamnya
aloy...mencari nata de coco dalam ABC...
dark ray...bergaya...dengan paipnya...saya kata macam the godfather, tapi kata dia macam sherlock holmes...ok...boleh diterima...hehe
paling best...melepak di tepi pantai...sambil menyanyi2 dan menyakat budak2 main permainan flying saucer yang berkelip2...
alunan blues oleh nurancang dan aloy...
sebelum balik...
aloy dan nurancang akan mahu meneruskan perjalanan pulang ke KL.
6 million dollar question...' patung, kau tahu nata de coco tak?' hahaha...