What can I say. It's been a long weary year. Covid is still lingering in the air and things are only halfway back to normal. Not sure whether we will be able to get back to pre-covid normal. A lot of people are taking the current situation as the new normal.
Well, new or old, I can't wait to retire... on this day next year, I will be free... for now... let's hope for a miracle...
Here I am again, ready to begin another semester. Seems like just yesterday I finished teaching the third semester.
This semester, instead of online teaching, (which I have sort of gotten used to by now), the university wants us to do hybrid lesson. Hybrid, meaning, a combination of online and face to face lesson., ie: 50% of each. Sounds simple enough. Well, it is anything but simple.
The 50% face to face and online only applies to students' learning time,
For the lecturers, its actually 100% face to face, but in the face to face class, only 50% of the students will be physically present and the remaining will have it as an online lesson. That's one scenario. I know. It's complicated.
Anyway, the hybrid lesson consists of six different scenarios based to the actual number of students who are physically on campus and those who are not. Therefore, if I have six sections to teach, and unluckily, have six different scenarios, well... chaos would be an understatement. I'm literally heading into a storm.
The bright side is this coming semester would be my second last before I'm off to my retirement. Sooo looking forward to it. I'm just too old for this mode of teaching.
Speaking of storm, it's October now, and we can expect a visit from our dear friend, the North East monsoon in a few weeks. Yes, Mr Monsoon will come with abundance of rain, leaving a trail of destruction in its path. That gives me an idea for a November poem. Hopefully, I will have the time to think about it, you know, with all the chaos.
But, for now, I need something soothing... here it is...
Despite, the title, My Melancholy Blues, This song is not at all depressing. It is the most peaceful and serene song ever.
3 hari lepas, sewaktu saya sedang mengemas bahagian hadapan rumah, saya ternampak setompok daun melekat pada eksoz motor anak saya yang sudah tidak digunakan. Namun, sewaktu saya mendekati untuk menyapu daun itu, saya dapati yang ia bukan daun, sebaliknya seekor kupu-kupu yang agak pelik rupanya. Pelik bagi saya kerana tak pernah terjumpa kupu-kupu seperti itu.
inilah kupu-kupu yang saya jumpa
Selepas mengambil beberapa photo, saya biarkan saja kupu-kupu itu. Out of curiosity, saya google gambar species kupu-kupu di Malaysia, namun tiada yang padan. Saya google pula rama-rama di Malaysia, sama juga, tiada padanan. Lama juga lah saya mencari, berpuluh-puluh gambar kupu-kupu dan rama-rama yang saya tengok. Akhirnya, saya google 'moth' dan saya dapat dua gambar yang agak serupa dengan yang saya jumpa.
s
species pertama adalah Daphnis nerii, the oleander hawk-moth atau army green moth dari keluarga Sphingidae atau hawkmoth.
Apparently, terdapat sedikit perbezaan antara keduanya, tetapi, saya bukan seorang entomologist, jadi saya gagal membezakan antara kedua species. Menurut cucu saya yang berusia 9 tahun, ' the top one has the same pattern, but, the bottom one has the same colour'.
We are fast approaching the end of June, which means we are now halfway into 2019. In 6 months, it will be 2020, a whole new decade.
So far, 2019 has been an eventful and challenging year for me, physically, mentally and emotionally. How so? Well, that's for me to know, but not for you to find out...lol
Here's a quote for motivation:
So true, Mr Gibran.
I have 3 things to say before venturing into the last 6 months of this decade
If I made you happy ... I'm glad If I made you cry ... so sorry If I made no difference to you ... tough luck
and for the rest of this decade... 3 words... BRING IT ON!!!!!!!
there's just too much that time cannot erase ps: still feeling crappy
"if you surrendered to the air, you could ride it" - Toni Morrison "when everything seems to be goimg against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it" - Henry Ford
Salam and good day.
Saya suka menggunakan penanda buku. Jika saya menggunakan module atau buku untuk mengajar juga saya tandakan mukasurat dengan penanda buku. Itu bagi saya sesuatu yang biasa namun tidak bagi pelajar2 saya. Sewaktu penanda buku saya terjatuh, mereka melihatnya dengan expression ' she's still using a bookmark?'
Agak lucu melihat wajah mereka... lalu saya berkata....
never seen a bookmark before?
Mereka jawab ... yes we have.
Ok... i take it you don't use this kind of thing.
Mereka jawab ... no.
Fahamlah saya... cuma old-timer seperti saya saja yang masih menggunakan penanda buku yang dicetak. Remaja sekarang mungkin cuma kenal bookmark dalam search engine sahaja.
Mungkin juga lama kelamaan penggunaan penanda buku begini akan semakin kurang ... mungkin akan terus dilupakan... sama seperti penggunaan buku telephone yang diganti oleh phone book dalam cell phone. Saya rasa tidak ramai remaja sekarang yang pernah melihat buku telephone yang tebalnya hampir 3 inci itu... dan pastinya mereka juga tidak akan tahu maksud 'yellow pages'.
Sewaktu kanak2 dulu... saya gemar mendengar drama dan sandiwara radio. Mungkin ada yang masih ingat drama radio... nombor 5 pesiaran 1... sangat popular satu waktu dahulu... dan sandiwara radio yang selalunya membawa cerita hikayat disertai dengan syair. Saya paling suka bahagian syair.
Apakah seni penulisan skrip radio juga menerima nasib yang sama dengan buku telephone dan penanda buku? Dying art... seperti Mak Yong dan Wayang Kulit. That would be a real shame.
Dan ... yang paling penting... berapa ramai yang tahu apa kaitan diantara dua gambar dibawah... LOL...
Inilah cucu-cucu saya. Kanak-kanak generasi Z...atau the screen generation. Ibubapa mereka dari generasi Y... dan nenek mereka generasi X... Lol.
Darah saya mengalir dalam tubuh mereka, dan semoga akan terus mengalir didalam tubuh anak2 serta cucu2 mereka... Dari gen Z ke gen Alpha dan seterusnya.
Kerana mereka bukan sekadar penyambung warisan.... Kerana bertahun dari sekarang...Mereka adalah bukti yang saya pernah hidup didunia ini.
Salam and good day. Ini pokok kacang hijau. Saya sebenarnya tidak pasti samada ia sesuai dipanggil pokok. Tapi kalau bukan pokok ... apa? Mungkin saya akan merujuk kepada tumbuhan ini sebagai tumbuhan. Tumbuhan ini adalah projek sains cucu saya di tadika. Minggu lepas dia membawanya pulang dengan gembira. Tiada pula dia beritahu mahu buat apa dengan tumbuhan ini. Maka ... Saya Cuba pastikan ia hidup selama mungkin. Bila suatu hari tumbuhan ini layu dan mati ... Saya pasti dia akan sedih dan akan bertanya sebabnya. Kesedihan serta keinginan untuk merasionalkan apa yang berlaku akan menjadi pengalaman dan pelajaran pertama tentang hidup dan mati baginya. Saya harap begitulah. Oleh itu, dipagi yang kelam ini... Saya menempatkannya di tembuk... Menunggu matahari turun menyentuhnya.
Malam semalam anak saya hantar sms kepada saya... katanya... mama, Uncle Din dah meninggal. Saya terkejut. Lalu saya aktifkan semula fb saya untuk ke page sahabat saya Daniel Bluezrocker untuk kepastian.... walaupun saya sudah tahu berita itu pasti benar.... sampai hati kamu meninggalkan saya... Muka depan fb masih belum habis loading... airmata saya sudah berlinangan jatuh. Dan saya terus ke page dia... ternyata memang benar... sahabat saya meninggal 5 hari yang lalu... (01. 09. 2014) kerana kanser. Sedihnya hati.... tuhan saja yang tahu... sepanjang hari... saya bertungkus lumus menahan rasa sebak didada.... baru sekarang saya biarkan kesedihan membaluti jiwa saya.... saya biarkan airmata membasahi pipi... Saya masih ingat kata2nya 2 atau 3 bulan yang lalu di whatsapp... saya bertanya keadaannya... dia menjawab.... I feel fine... I'm not in any kind of pain right now.... kerana itu saya sangka keadaannya sudah bertambah baik... Tenanglah kamu disana sahabatku Nordin bin Yassin... Saya akan sentiasa merindui dan akan sentiasa mendoakan agar kamu ditempatkan dikalangan orang2 yang beriman. Izinkan saya menangisi pemergianmu kerana kamu adalah sahabat yang selalu membantu serta memberi sokongan kepada saya dan anak2 saya. Maka, saya relakan airmata saya jatuh untuk kamu.
Monsoon
Timur Laut sudah mengganas. Itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Nama
juga musim tengkujuh. seperti tahun lepas, kali ini juga alam bergurau
dengan agak kasar... malah lebih kasar dari tahun lepas.... kenapa ya. mungkin
ada yang berkata... kalau tahun lepas sudah banjir, kenapa tidak
bersedia awal2 tahun ini? memang saya sudah bersedia... sejak kejadian
banjir tahun lalu, rumah saya tidak banyak perabut... saya tidak beli
katil, cuma tidur di atas tilam saja,perabut juga saya tidak beli...
namun , sekarang tilam juga perlu dibuang sekali lagi... tidur di atas
tikar mengkuang saja la selepas ini... :-D
kami... selepas mengharungi air untuk ke rumah ibu saya
oh
ya, kembali kepada persediaan, sebenarnya, dari segi fizikal ... sudah
lama bersedia... cuma yang membuat saya terkejut adalah masa ianya
berlaku. Saya andaikan, banjir mungkin akan berlaku di akhir tahun...
seperti tahun lepas - 24.12.2012 ... tak sangka pula ia akan melanda
bersama serangan pertama monsun Timur Laut. Kelam kabut jadinya... taken
by surprise.
Mother nature sure has a wicked sense of humour... is this a test? It sure is. ya...
saya anggap ini sebagai satu ujian dalam pengembaraan hidup saya, dan
setiap ujian sebenarnya adalah peluang untuk saya belajar... kerana
setiap ujian akan menunjukkan dimana kesilapan serta kelemahan kita. pastinya,
banyak yang boleh dipelajari dari kejadian yang telah melumpuhkan
seluruh bandar Kuantan in. tak perlu lah saya huraikan satu per satu...
fikir sendiri la ya..
Saya teringat lirik lagu Ebiet G ade ... " Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita..." ... " Atau alam mulai bosan bersahabat dengan kita..."
Bagi
diri saya, kejadian pertama tahun lepas tidak mengajar saya apa2...
saya menganggap itu sebagai a freak flood... sebabnya, kawasan dimana
saya tinggal, memang bukan kawasan banjir... tak pernah mengalami banjir
yang teruk... kecuali dua tahun kebelakangan ini. Maka... saya
terleka... Mother nature spoke... I heard... but i did not listen... now she speaks again... I hear you mother nature... so... what have i learned? Tell you some other time. Its late... need to sleep now. Nite all. Pleasant Dreams...
CHAPTER 1 : 09.11.1966 -
aku menarik nafas pertama sebagai seorang indiividu...dibawah zodiak
kalajengking, diiringi monsun Timur laut yang ganas bersama dingin hujan
bulan November. Thank you Allah.
FROM - CHAPTER 45 : 09.11.2011 ... Monsun Timur laut yang ganas sudah sebati dengan jiwa aku, dan bila jiwa
ganas ku memberontak, hanya hujan bulan November yang mampu menyejuk
dan mengembalikan kudrat minda untuk bertempur dengan jiwa..seperti kata
Guns n Roses...nothing last forever in the cold November rain.
Aku sentiasa menunggu hujan bulan November.. CHAPTER 47: 09.11.2013
syukur aku masih disini... masih bisa bernafas, masih mampu menulis, masih dapat merasa hangat mentari, masih boleh menyambut kehadiran Monsoon Timur Laut. Ya, monsoon Timur Laut yang belum setahun lalu membawa musibah banjir ke kawasan rumah ku. Banyak barang2 yang terpaksa di buang, tapi tak mengapa, sekurang-kurangnya tiada jiwa yang hilang. Itu semua cuma gurauan alam... sedikit kasar, mungkin untuk mengingatkan kita tentang rapuhnya kehidupan didunia. Banyak yang telah aku pelajari dalam jangkamasa dua tahun ini... dan banyak juga kesilapan yang telah aku lakukan... hampir saja aku lemas dibawa arus kehidupan yang terlalu deras untuk aku renangi. Namun aku masih lagi mempunyai semangat kalajengking... semangat untuk hidup dalam apa jua keadaan, dan seperti kalajengking, aku mula hidup di dalam rangka keras yang membuat aku rasa lebih selamat, Itu jalan yang telah aku pilih, walaupun aku tahu, kebanyakan masanya, aku akan berjalan sendirian di jalan yang sunyi dan agak suram.. Maka apakah pengisian Chapter 47? Mungkin disini aku perlu mula mengubah angan-angan kepada mimpi, dan mimpi kepada cita-cita. Namun untuk melakukan itu, aku perlu berani untuk bermimpi... beranikah aku...