Friday, 3 October 2014

inikah jiwa - part 2

Salam and good day

hari ini saya ingin berkongsi wechat yang saya dapat dari anak saya... jumaat 03.0ct 2014, 13.56 pm.

'Mamaaa Jmee dkt kolej nii baru habis kelas. 
Harini jmee ada replacement class pukul 12 smpai 2pm tapi dia baru bgtahu pagi td dekat kiteorang. Jmee cakap dh kat Miss tadi Jmee punya ticket bas nk balik kampung harini pukul 1230 tapi die marah die ckp "thats not my problem" ni jmee baru habis kelas. Die buat replacement class untuk hari selasa ni sbb kolej cuti sampai hari selasa. Membazir je duit ticket bas...'

Apa pendapat anda semua?

Saya? Saya sangat geram dengan lecturer ini... Miss Aini namanya... oh... by the way... anak saya belajar di City University College of Science and Technology  .

Apa yang menyebabkan saya geram?

Pertama ... cara dia menjawab... "thats not my problem". sungguh biadab. Begitukah cara seorang pendidik berbicara dengan seorang pelajar? Bukankah pelajar merupakan salah satu stakeholders bagi institusi pendidikan?  Sekali lagi... saya melihat wanita berbangsa melayu yang tidak beradab... refer to ... inikah jiwa ... . Apa salahnya kalau dijawab dengan elok... Sedangkan anak saya pergi sendiri berjumpa dia untuk beritahu yang tiket bas untuk pulang sudah dibeli...sekurang2nya cakap I'm sorry, but this is the only time i have to replace my class because... sejuk lah sedikit hati para pelajar walau pun terpaksa cancel trip dan harap2 tiket bas masih ada. Bukankah bahasa itu jiwa bangsa? Sekali lagi saya bertanya... beginikah jiwa bangsaku?

Kedua ... That's not my problem.... katanya. Like hell its not her problem... it is her problem.  she decided to have her replacement class on Friday... 3 days before Aidil Adha. Unless she is not from Malaysia... though judging from her name... Miss Aini.. I'm pretty sure she is... unless she's not from Malaysia... she should know that students would have bought tickets to go home for Aidil Adha today... especially if... like my daughter.. they only have 8 to 9 am class on Friday. Even the most simple minded person would understand that logic...  

Ketiga... kalau mahu adakan kelas ganti pada waktu itu pun... sekurang2nya beritahu para pelajar awal sedikit... bukannya mahu adakan kelas jam  12... jam 8 pagi baru diberitahu... seperti yang saya tulis tadi... sekarangkan musim perayaan... dan bagi pelajar yang akan pulang dengan bas... pastinya sudah dibeli tiket awal2... paling kurang seminggu sebelum... ikut timetable lah... macam anak saya... hari Jumaat, jam 9 sudah habis kelas... jadi dia pun sudah beli tiket jam 12.30 tengahari. Tiba2 pagi itu baru diberitahu lecturer mahu buat kelas ganti dari jam 12 - 2. Sudah lah tiket bas yang dibeli hangus begitu saja... tiket bas baru pun belum tentu boleh dapat.... lebih menyedihkan... lecturer itu langsung tak kisah.

Keempat... kenapa perlu ganti hari ini... jelas sekali hari Jumaat dia ada masa... jadi kenapa tak boleh ganti Jumaat depan... selapas hari raya? Waktu itu tak akan ada issue students mahu balik kampung dan lain2. Kalau dia buat kelas hari ini kerana mungkin Jumaat depan dia ada hal... saya juga boleh cakap... thats not my problem... tapi saya bukan dia... maka saya cuma katakan sikap itu agak mementingkan diri.

Saya juga mengajar di institusi pengajian tinggi... tapi kalau hari itu sebahagian besar pelajar memang sudah beli tiket untuk pulang... maka saya tangguhkan saja kelas... takkan nak paksa mereka naik bas waktu lain... kalau terjadi apa2 pada mereka ... siapa yang akan bertanggung jawab? Kelas boleh diganti... tapi anak orang... siapa boleh ganti?

sampai sekarang pun saya masih belum tahu anak saya dapat atau tidak tiket untuk balik hari ini... :-(

If there is a scale for being idiotic... on the scale of 1 to 10 ... I would have gladly given her 15.

1 comment:

IBU RISKA said...

Saya sangat bersyukur atas rahmat yg diberikan kepada saya dibulan ini karna alhamdulillah melalui MBAH RAWA GUMPALA saya sekaran sudah bisa sukses atas nomor yg diberikan kepada saya dan saya yg dulunya cuma seorang TKW dari singapur yg gajinya tidak pernah mencukupi kebutuhan keluarga saya dikampun dan alhamdulillah berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA kini saya sudah bisa pulang kampun,saya bersama keluarga dikampun sudah punya usaha sendiri dan saya tidak pernah menyanka kalau saya bisah seperti ini,jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH RAWA GUMPALA di nomor 085-316-106-111...karna alhamdulillah saya menan nomor togel dari MBAH dan kalau uang indonesia 750 juta,,ini bukan rekayasa dari saya dari IBU RISKA.untuk lebih lenkapnya silahkan buka SITUS MBAH RAWA GUMPALA












Saya sangat bersyukur atas rahmat yg diberikan kepada saya dibulan ini karna alhamdulillah melalui MBAH RAWA GUMPALA saya sekaran sudah bisa sukses atas nomor yg diberikan kepada saya dan saya yg dulunya cuma seorang TKW dari singapur yg gajinya tidak pernah mencukupi kebutuhan keluarga saya dikampun dan alhamdulillah berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA kini saya sudah bisa pulang kampun,saya bersama keluarga dikampun sudah punya usaha sendiri dan saya tidak pernah menyanka kalau saya bisah seperti ini,jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH RAWA GUMPALA di nomor 085-316-106-111...karna alhamdulillah saya menan nomor togel dari MBAH dan kalau uang indonesia 750 juta,,ini bukan rekayasa dari saya dari IBU RISKA.untuk lebih lenkapnya silahkan buka SITUS MBAH RAWA GUMPALA