DI SAAT ITU ... dec 1995


ini puisi yang saya tulis December 2008...


disaat kau sentuh pipiku aku
bangga menjadi wanita


disaat kau bersamaku
aku bangga menjadi isterimu


disaat kau tiada disisiku
aku bangga menjadi ibu kepada anak2mu
disaat tubuhmu terbaring kaku
ku rasa hatiku menjadi beku


disaat tanah menimbus tubuhmu
ku lihat impianku menjadi debu
disaat melangkah dari pusaramu
jutaan sembilu menghiris kalbuku

disaat itu
kenapa aku tidak bisa menangis...

ini puisi yang ditulis oleh Lily pada December 2007

Hanya Satu Pintaku

Hanya Satu Pintaku
Untuk memandang langit biru
Di dalam dakap Papaku.
Hanya Satu Pintaku
Untuk bercanda dan bersenda
Dalam pangkuan Papaku.
Tapi semua ini
Hanya sebuah mimpi
Ku selalu berharap
Kan tak pernah terbangun.
Affendi Zainal Abidin.....
deceased...Dec 1995...


senyum lah anak2 ku
jangan benarkan dunia membunuhmu

19 comments:

  1. semoga rohnya dicucuri rahmat dan di tempatkan di temapt orang yang beriman...amin


    dari aku yang tak kenal kepada yang mengerti

    ReplyDelete
  2. Di saat itu...

    Kenapa kau mengharap kepada yg tiada? Pandanglah disekelilingmu,
    Anak2 mu itu satu permata tidak ternilai hadiah dari Suamimu. Jaga lah mereka, tatanglah mereka. Asuhlah mereka, supaya mereka menjadi insan berguna seperti Suamimu.

    Hanya Satu Pintaku...

    Ibumu insan mulia. Bercanda dan bersendalah di pangkuannya. Adakah kurang kasih sayang yg diberikannya padamu? Aku tidak menyangka begitu.Jgn dirintih kepada yg pergi. Jgn dirayu kepada yg jauh. Tapi hargailah org2 di sekitarmu. Kamu masih punya banyak insan2 yg menyayangi dirimu.

    ReplyDelete
  3. alfatihah..
    ank2 peyambung kasih sayang juga pembakar semangat juang.

    ReplyDelete
  4. kalau x silap ceritanya lebih kurang begini... seorang sahabat bertanyakan kpd Rasulullah S.A.W, bolehkah/bagaimanakah aku ingin membantu ibu dan ayahku yg telah meninggal dunia? Rasulullah S.A.W bersabda yg bermaksud -boleh. iaitu dgn doa. Insya Allah.

    ReplyDelete
  5. doa~ penghubung antara kita dan yg telah pergi

    ReplyDelete
  6. fuhhhhhhhh...
    aku tiup angin semangat utk kau dan anak2..

    =)

    ReplyDelete
  7. bertabahlah...
    (DIA tidak akn m'beri sesuatu ujian diluar kemampuan hambanya)

    ReplyDelete
  8. Al-Fatihah...
    ..kerana tangisan bukan bukti unggulnya hati...sis...jiwamu tak ku tergambarkan......

    ReplyDelete
  9. i know what ur kids feel because i'm also know the situation...

    ada hikmah apa yang berlaku..dan itu lah perkara yang perlu kita percaya

    ReplyDelete
  10. ★~★SalAm MaAL hIjrAH 1431H★~★

    Hijrah Itu Pengorbanan
    Hijrah Itu Perjuangan
    Hijrah Itu Persaudaraan
    Hijrah Membentuk Perpaduan

    bersama kita hiasi diri dengan ilmu, amal, dan iman.

    (^_^)

    ReplyDelete
  11. Doa yg terbaik dari bain utk patung sekeluarga, amin.....:)

    ReplyDelete
  12. Salam PatungCendana,

    "puisi tulisanmu itu sungguh berwatak".

    ReplyDelete
  13. aku turut tersentuh, walau aku tahu hidup di sini tidak selama-lamanya.

    moga Tuhan mengampuni dosa kita semua..

    ReplyDelete
  14. doa aku selalu yang terbaik buat kamu, lily, jamee dan izat. kalaupun aku tak punya waktu buat kalian, percayalah kalian masih tetap kekal dalam hati.

    sungguh aku tersentuh dengan puisi kamu dan lily untuk arwah. moga arwah terus bahagia di alam sana. alfatihah. amin.

    ReplyDelete

:-)

Nevermore